top of page
Search

WritEverna: Soft Worldbuilding

*Wandering in Wonderland Mei Edition*

_Soft Fantasy Worldbuilding_


*Soft worldbuilding* punya kebalikan dengan hard worldbuilding. Jika hard worldbuilding harus serba logis dan terjelaskan, maka soft worldbuilding sering tidak masuk akal dan lebih bagus jika tidak dijelaskan.


*Analogi* paling mudah adalah ibarat pergi ke sebuah museum, *hard* worldbuilding itu kita dijelaskan rincian setiap beda di museum tersebut oleh sang pemandu, mulai dari sejarahnya, asal usulnya, temanya, tujuannya, dll.


Sementara jika *soft* worldbuilding kita seperti dipersilahkan masuk ke museum, tapi tidak didampingi dan dibiarkan melihat-lihat saja. Ketika menemukan benda bersejarah, kita sendiri yang merangkai imajinasi kira-kira sejarahnya apa? Kenapa bisa bentuknya seperti ini? Dsb.


*Penyajian* jika hard worldbuilding perlu dijelaskan dalam narasinya, bagaimana kelogisan dan mekanisme segala sesuatu, maka dalam soft worldbuilding, pembaca dibiarkan untuk berimajinasi sendiri.


*Aspek utama* dalam soft worldbuilding adalah di titik keajaiban yang tidak masuk akal ( _unexplained wonder_), atau malah lebih tepatnya, "tidak perlu dijelaskan, justru kalau dijelaskan akan mengurangi daya tariknya."


Contoh dalam cerita :

• *Alice in Wonderland* : tidak perlu dijelaskan keanehan : kenapa ada lubang kelinci? Bagaimana bisa ada ramuan membesarkan/mengecilkan tubuh?

• *Spongebob* : Tidak perlu dijelaskan bagaimana bisa ada rumah nanas di dasar laut, siput yang seperti kucing, dll.

• *Spirited away* : tidak perlu dijelaskan itu makhluknya rasnya apa saja? Kekuatan mereka apa? Kok bisa begitu bentuk makhluk-makhluknya?

• *Kimi no Nawa* : tidak perlu dijelaskan kenapa kok bisa tuker badan? Kok bisa kembali ke masa lalu lewat sake?

• *Harry Potter*(empat seri pertama) : tidak terjelaskan keajaiban bagaimana masuk ke dinding peron, bagaimana dinding bisa membuka sendiri, sapu terbang, dll.


Dari sisi *sense of wonder* yang diciptakan soft worldbuilding memang menyasar pada kenikmatan membayangkan dan menjelajahi keajaiban tak terjelaskan. Berbeda dengan hard worldbuilding yang menyasar *sense of wonder* kelogisan dan seberapa nyata sebuah dunia fantasi bisa diciptakan.


Hard / soft worldbuilding tidak ada hubungannya dengan apakah ini *dunia nyata atau dunia fantasi.* Karena baik hard / soft worldbuilding bisa diaplikasikan dalam kedua jenis universe tersebut.


*Sasaran pembaca* dari soft worldbuilding secara umum memang anak-anak / remaja, di mana mereka menikmati fantasi dan keajaiban yang tanpa perlu diribetkan dengan penjelasan. Ini juga kenapa kebanyakan dongeng dan cerita anak menggunakan soft worldbuilding.


Kalau hard worldbuilding memang paling banyak untuk cerita yang pasarnya young adult/adult, di mana secara tidak langsung, menuntut penjelasan untuk segala sesuatu. Hard worldbuilding juga lebih dinikmati untuk intelegensi karena kerumitan dan kompleksitas detail sistem dunianya.


Tapi tidak menutup kemungkinan ada cerita-cerita unik fantasi adult dengan soft worldbuilding, atau fantasi anak dengan hard worldbuilding. Fantasy has no limit~


*Tips membuat soft worldbuilding*

✓ Tekankan pada keajaiban daripada kelogisan

✓ Keajaiban yang terjadi tidak random, tapi sebenernya mendukung plot/jalan cerita

✓ Keajaiban soft worldbuilding juga sangat memengaruhi atmosfir / suasana. Jadi feeling pembaca akan sangat tergantung pada pemilihan keajaiban yg ditampilkan.

✓ Soft worldbuilding bisa membawa pembaca lebih fokus pada character development, karena tidak perlu dipusingkan dengan kelogisan dunia. Jika sebuah worldbuilding bisa mendukung jalannya cerita dan character arc tokoh, maka tidak perlu dijelaskan worldbuildingnya.

✓ Mindset anak-anak sangat membantu dalam membuat worldbuilding, di mana kita melihat dunia dengan kacamata anak-anak. Penuh keajaiban tak terjelaskan, dan itu yang membuat dunia ini indah.

✓ Bisa dibuat sembari plot / cerita berjalan. Pilih yang mendukung atmosfer scene cerita. Universe tidak perlu dibangun secara detail mulai dari awal.


*Komposisi* sebuah cerita, kadang tidak sepenuhnya hard worldbuilding atau sepenuhnya soft worldbuilding. Bisa juga dikombinasikan. Karena fantasi adalah genre yg tanpa batas. Kita bisa mengkreasikan apa pun di sini. Jangan takut untuk mencoba-coba!


Apakah ada yg sedang membuat cerita dengan soft worldbuilding?


Semangat menulis cerita fantasi!!!


Sumber: WAG Storial Fantasy

Penyusun: Ani S. Handa

 
 
 

コメント


Subscribe Form

  • facebook
  • instagram
  • twitter

©2019 by EVERNAL SERENADE. Proudly created with Wix.com

bottom of page